Dasar Pemikiran

Era globalisasi menuntut tersedianya sumber daya manusia yang mampu bersaing. Negara-negara industri maju dengan penguasaan ilmu dan teknologi mampu memenangkan persaingan itu. Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa menguasai 70% perdagangan dunia dan menjadi negara yang mampu memakmurkan rakyatnya.

Fakta sejarah membuktikan bangsa yang maju, berkaitan erat dengan tingginya minat dan kegemaran membaca. Mahasiswa di negara industri maju rata-rata membaca 8 jam per hari, sedangkan di negara berkembang, termasuk Indonesia, hanya 2 jam setiap hari (UNESCO, 2005). Budaya membaca juga berkaitan erat dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Semakin tinggi budaya baca, semakin maju bangsa tersebut. Dalam berbagai kitab suci juga menekankan bahwa jika kita ingin maju dan hidup bahagia dunia akhirat, ilmu pengetahuan dan teknologi harus dikuasai. Gerbang utamanya adalah membaca.

Sayangnya, kebiasaan membaca tidak datang begitu saja, namun harus ditumbuhkan sejak dini. Umumnya kebiasaan membaca berawal dari rumah, dimulai dari dongeng sebelum tidur dari suara lembut ibu dan ayah, sehingga kisah-kisah fantasi meresap ke dalam jiwa dan membawa anak-anak berkelana ke dunia imajinasi. Orang tua dapat mengawali kebiasaan membaca dengan menyediakan buku bergambar dengan aneka warna. Seiring bertambahnya usia anak, mereka dapat dikenalkan dengan buku-buku bacaan lain yang sesuai dengan usia dan minatnya.

Maka dari itulah, Pustaka Lebah menerbitkan buku seri ensiklopedi (My First Cartoonal Encyclope Bee) serta seri cergam sastra klasik dan sejarah (Great Classic Collections). Buku-buku tersebut tampil dengan kemasan eksklusif, kaya warna, disertai gambar kartunal yang unik dan lucu. Semuanya dirancang untuk menumbuhkan minat baca anak, demi mendukung keberhasilan pendidikan dan masa depan anak-anak. Bahkan harganya pun sangat terjangkau. Pustaka Lebah telah menyiapkan paket untuk lima tahun berikutnya.